Dewi - 4 some dengan teman anaknya - bag. 2

Gairah birahi Dewi kembali menggelora melihat pemandangan didepan matanya saat ini, 3 sosok tubuh atletis dengan batang kemaluan yang panjang dan besar, betul-betul menggugah selera Dewi untuk merasakan ke 3 batang kemaluan itu, tanpa membuang waktu Dewi meraih kontol Roni kemudian ia mulai menjilati dan mengulu-ngulum kontol Roni, sementara kedua tangannya meraih kontol Anto dan Dedi, kedua kontol itu ia remas-remas dengan lembut dan diselingi dengan kocokan-kocokan ringan. Aksi Dewi membuat birahi ke 3 anak muda itu semakin memuncak.

Tak lama berselang Dewi menghentikan aksinya itu, lalu ia menyuruh Roni untuk duduk, setelah Roni duduk Dewi menaiki tubuh Roni dan meraih kontol Roni, dioles-oleskannya kepala kontol Roni dengan kelentitnya, lalu ia selipkan kepala kontol Roni dilubang kemaluannya, dengan perlahan-lahan Dewi menekan turun pantatnya sleeeppp….bleessss….bleessss….kontol Roni perlahan-lahan menyeruak masuk kedalam lubang senggama Dewi.

Dewi merasakan nikmat saat kontol Roni mulai menerobos masuk divaginanya, sementara Roni sendiri merasakan lubang senggama Dewi sangat erat menjepit batang kemaluannya, desahan dan lenguhan terdengar dari mulut kedua insan ini.

“Ouughhh…kontolmuuu…bessaaar….eenaakk..sekali…meme kkuuu…penuuuh….sesaaakkk… dibuatnya…aaahhh…,” desah Dewi yang merasakan jejalan kontol Roni di memeknya.

“Taannnn….memekmuu…sseeemmpiit..sekalii…,”Ronipun melenguh yang merasakan eratnya gesekan lubang kemaluan Dewi di batang kemaluannya.

Bleesss……dengan sekali hentakan Dewi menurunkan pantatnya sehingga seluruh batang kemaluan Roni tertanam seluruhnya di lubang senggamanya.

“Oohhh..ssshhh….Ded, sekarang giliranmu, masukkan kontolmu kelubang pantatku,” pinta Dewi.

“Eehhh…” Dedi terperanjat dengan permintaan Dewi.

“Iya…cepat…jangan bengong,”Dewi kembali menegaskan permintaannya.

Tanpa menunggu Dewi mengulang permintaanya lagi, Dedi mulai mengarahkan batang kemaluannya kelubang pantat Dewi, diselipkannya kepala kontolnya dilubang pantat Dewi slleeppp, kepala kontolnya mulai terjepit bibir lubang pantat Dewi.

“Oouugghhh…ssshhhh….peelaaan..pellaan…masukinnya…, ” Dewi mengerang saat merasakan kepala kontol Dedi mulai menyeruak masuk di lubang pantatnya.

“Iyaahh..Tan,”jawab Dedi.

Bleesss…. Dedi mulai mendorong masuk kontolnya….blesssss….sedikit demi sedikit batang kemaluannya mulai melesak masuk…bleesss…setengah dari kontolnya sudah tertelan oleh lubang pantat Dewi.

“Ouugghhh….aagaakk…saakiitt….tapii..enaakk…terusss ss…masukiiinn..semua kontolmuuu..” Dewi melenguh.

Bllleeeesssssss..dengan kuat Dedi mendorong lagi kontolnya sehingga batang kemaluannya terbenam seluruhnya dilubang pantat Dewi.

“Aaaagghhh…..,” Dewi menjerit akibat hentakan Dedi itu.

Sesaat kemudian nampak Dedi dan Roni mulai bergerak, dengan gerakan perlahan mereka mulai mengeluar-masukkan kontol mereka, Dedi dengan berpegangan pada pinggul Dewi mulai memaju mundurkan kontolnya, sementara Roni dengan berpegangan pada pinggang Dewi mulai menaik-nurunkan kontolnya, aksi mereka berdua betul-betul kompak, Dewi dibuat merem-melek merasakan gesekan-gesekan kontol mereka berdua di kedua dinding lubangnya. Lenguhan dan desahan nikmat keluar tanpa hentinya dari mulut Dewi.

“Ooohhh…ssshhh….eenaakk…terusss…enntoottt…oohhh…yy aahh…teeekaann..yang dalaaam. Aaahhh….yyaa…..ooohhh…yyaang kuat….eenttoott…akkuu…terusss…puaskaaannn..aku….’’ Dewi merintih keenakan.

Dedi dan Roni mulai menambah kecepatan gerakan mereka, akibatnya kedua payudara Dewi bergoyang seirama dengan gerakan mereka berdua, Antopun yang melihat kedua payudara Dewi yang berguncang itu menjadi tidak sabar untuk menunggu gilirannya, apalagi batang kemaluannya sudah sangat mengeras melihat kedua temannya yang sedang beraksi, dengan berlutut di sofa, Anto mengarahkan kontolnya ke mulut Dewi, yang segera disambut oleh Dewi, kontol Antopun mulai diselomoti oleh Dewi, karena gerakan Dedi dan Roni dengan sendirinya kon tol Anto keluar masuk dalam mulut Dewi seirama dengan gerakan Dedi dan Roni, saat Dedi dan Roni menekan masuk kontol mereka, tubuh Dewipun ikut maju sehingga kontol Anto yang sedang ada dimulut Dewipun menyeruak masuk lebih dalam, kemudian saat Dedi dan Roni menarik mundur batang kemaluannya, tubuh Dewi ikut tertarik kebelakang sehingga mulut Dewipun tertarik mundur, sehingga kontol Antopun yang sedang terkulum dalam mulut Dewipun ikut keluar.

Sambil menikmati kuluman mulut Dewi dikontolnya tangan Anto tidak mau diam, diremas-remasnya kedua payudara Dewi yang sedang berguncang itu diselingi dengan pilinan-pilinan lembut dikedua putingnya, aksi tambahan dari Anto ini semakin menambah sensasi nikmat Dewi, apalagi ini pertama kalinya Dewi merasakan 3 batang kemaluan yang menyumpal ke 3 lubangnya, rintihan nikmat semakin kerap terdengar.

“Hhhmmm…ssllrrpppp..aaahhhh…teruusss…hhmmm..ssslrr pp…entoot..aaakuu..hhmmppp…… sllrrpppp….oohhh…enaakk..sekaallii…” Dewi merintih-rintih keenakan, sambil mulutnya tetap mengulum-ngulum kontol Anto.

“Taan…memeekkkmuuu….eenaaak…daaann…seeempit sekaliii…oooooohhhh…..,” lenguh Roni.

“aaakkuu…jugaaa…enaaak….Taaan, aaannuusssmuu…jugaaa..semppiitt….hhmmm…,” desah Dedi.

“Taann…tteerrruusss….seeloommotii…koontoollkuuu….y yaaahhh…aaahhhh…mulutmuu..hebat.. oohhhh…niikmmaattt…,”erang Anto.

Desahan, lenguhan dan rintihan serta erangan keenakan dari mulut mereka berempat menambah hebohnya suasana siang itu, keringat mereka berempat mengalir dengan derasnya, bunyi beradu tubuh mereka yang sudah berkeringat menambah sensasi persetubuhan mereka.

Tak lama berselang gerakan mereka berempat semakin cepat dan tidak beraturan, nampaknya mereka berempat akan mencapai puncak kenikmatan dari pergulatan ini.

“Hhhmmmpp….sslrrppp…eenttoot akkuu…yang lebih kuaaattt…dan..lebih ddaaalllaaammm…… ooouughhhh….yaaaahhh beegiittuuu…teruussss….aakkuuu…mau kelluaaar….sshhhhhh………. hhhhmmmmppp…ssslrrrpppp….,” Dewi mengerang, tubuhnya mulai mengejang-ngejang, puncak kenikmatan dari persetubuhan ini hampir diraihnya.

“Aaakuuu…jugaaa….mauuu..keluuuaarr….ooooohhh…Taaan n,” erang Roni, yang mulai merasakan kontolnya hendak menyemprotkan lahar kenikmatannya, gerakannya semakin bertambah cepat dan semakin tidak beraturan, dan dengan sekali hentakan kuat ia menekan dalam-dalam kontolnya didalam lubang vagina Dewi.

“Taaannnn….ooohhh…..aaakkuuuu….keellluuaaar….aaaah hhhhhh…..eenaaakkk…sekali…...,” Dedi melenguh, saat itu kontolnya mulai berdenyut dengat kuatnya, puncak kenikmatan dari ngentot lubang anusnya Dewi berhasil ia rengkuh, kontolnya menyemburkan cairan spermanya, dan iapun menekan dalam-dalam kontolnya dilubang anus Dewi.

“Kocookk…koontolkuu…Taaan….aaakuu..juga…maauu…munc raaat.,..niichhh…aarrrghhhh…..,” Antopun mengerang, ia merasakan cairan pejuhnya mulai berdesakan ingin keluar, Dewi yang mendengar permintaan Antopun mulai mengocok-ngocok kontol Anto dengan cepat.

Creeeetttt…..sssrrrrrr…cccreeeett….creeettttt…cccr eeettt….sssrrrr…ccreeettt…ssrrrr…creetttttt.. dengan waktu hampir bersamaan keempat kemaluan mereka mulai memuntahkan lahar kenikmatan mereka.

Tubuh Anto, Dedi dan Roni tampak mengejang saat kemaluan mereka menyemburkan sperma mereka, kontol mereka berkedut-kedut saat menembakkan sperma, sementara itu tubuh Dewi terlihat bergetar dan mengejut-ngejut saat lubang senggamanya memuntahkan cairan kenikmatannya, dinding vaginanya berkedut-kedut saat cairan kenikmatannya keluar, Roni yang kontolnya berada dalam vagina Dewi merasakan kontolnya seperti dipijat-pijat lembut oleh dinding vagina Dewi.

Setelah badai nafsu birahi mereka mereda, dan setelah tetes terakhir cairan kenikmatan mereka menetes keluar dari kemaluan mereka, mereka berempat akhirnya terkapar, Dewi dengan wajah penuh oleh sperma Anto telungkup diatas tubuh Roni, diwajahnya tersungging senyum kepuasan, sambil memeluk tubuh Dewi, Roni memejamkan matanya, kontolnya masih terbenam dalam lubang vagina Dewi, ia masih merasakan dinding vagina Dewi berkedut-kedut lemah, Dedi sendiri setelah kontolnya tuntas menumpahkan sperma dilubang pantat Dewi, ia mencabut kontolnya kemudian ia merebahkan tubuhnya diatas karpet, dan Anto sendiri terlihat duduk bersandar disofa saat kontolnya tuntas menembakkan sperma diwajah Dewi, sementara kontolnya masih tetap berada dalam genggaman tangan Dewi.

Setelah beristirahat sejenak, mereka melakukan kembali persetubuhan itu, dengan berbagai posisi dan pertukaran tempat diantara ketiga anak muda itu, mereka lakukan ini sampai waktu menunjukkan pukul 5 sore, dan sampai pada waktu itu batang hidung Donipun tidak kelihatan, akhirnya ketiga anak muda itu berpamitan pulang kepada Dewi, Dewi mengantar mereka kepintu depan dan memberitahu mereka untuk lebih sering berkunjung walaupun tidak ada Doni terutama kalau suaminya sedang tidak ada di Jakarta, yang di iyakan oleh mereka bertiga. agar mereka bisa melakukan, setelah mengantar mereka Dewi menuju kekamarnya dan langsung menuju kekamar mandinya, ia segera membersihkan dirinya agar sisa-sisa sperma yang menempel ditubuhnya hilang agar tidak ketahuan oleh suaminya.