Dewi - Erwin, Client Suaminya, bag. 3

Saat Erwin mulai menggerakkan pantatnya naik turun itu, ia tahu bahwa Dewi belum tuntas mengeluarkan lahar kenikmatannya, karena kontolnya yang terbenam dalam lubang vagina Dewi masih merasakan dinding vagina Dewi berkedut-kedut, nampaknya Erwin tahu bagaimana membuat perempuan mencapai multi orgasme, makanya ia mulai menggerakkan kontolnya keluar masuk dilubang vagina Dewi, iapun mulai menaikkan ritme gerakannya, semakin lama semakin cepat, kontolnya terlihat keluar masuk dengan cepat dilubang vagina Dewi, Dewi merasakan sensasi nikmat yang luar biasa, gelora birahinya yang mulai mereda mendadak bangkit kembali, aksi Erwin memberikan rangsangan yang luar biasa pada tubuhnya, birahinya kembali meledak-ledak, mulutnya memagut bibir Erwin dengan penuh nafsu, lidahnya menerobos rongga mulut Erwin mencari-cari lidah Erwin, nafasnya memburu.

Erwin semakin mempercepat kocokan kontolnya di lubang senggama Dewi, gerakan keluar masuk kontolnya sekarang lebih leluasa karena lubang vagina Dewi sudah basah oleh cairan kenikmatan Dewi, bunyi kecipak kontol Erwin saat memasuki rongga senggama Dewi yang terdengar oleh mereka, semakin menambah sensasi kenikmatan mereka.

“Hhhmmpp…ooohh..hhmmpp…ohhh..terus Win, entot aku …tekan yang dalam kontolmu itu, yah.. yang kuat..oohh…lagi…lebih cepat…oohh…aaakku…ooohh…Win, enak sekali,” Dewi mengerang keenakan digenjot oleh Erwin.

“terus..Win, jangan berhenti, yah teruss..entot aku…ooohh…,”Dewi mengerang lagi.

“Enak…sayang...kontolku enak…hhmm..memekmu juga enak…,” erang Erwin.

Erwin semakin mempercepat genjotannya, kontolnya seperti piston mesin yang sedang bekerja, keluar masuk lubang senggama Dewi dengan cepat, Dewi semakin kesetanan mendapat perlakuan Erwin ini, vaginanya kembali berkedut-kedut dengan cepat, tubuhnya mulai bergetar hebat, Erwin yang tahu Dewi akan mencapai kembali puncak kenikmatannya, menambah cepat lagi gerakannya, dan dengan sekali hentakan yang kuat Erwin membenamkan kontolnya dalam-dalam dilubang vagina Dewi, sehingga ujung kepala kontolnya sampai menyentuh dinding rahim Dewi, Dewi berkelojotan mendapatkan serangan seperti ini, sensasi nikmat yang ia rasakan saat ini belum pernah ia alami sebelumnya.

“Ooohh…Wiin. Aku keluar lagi…gila kamu…3x aku dibuat orgasme, enak sekali Win, nikmat sekali, “erang Dewi.

Ssrrrr….sssrrrr…sssrrrr…sssrrr… vagina Dewi berkedut mengeluarkan lahar kenikmatannya, tubuhnya bergetar hebat lebih hebat dari sebelumnya, kalau boleh dibilang Dewi terlihat berkelojotan saat meraih puncak kenikmatannya saat ini, Dewi merasakan kakinya lemas, kenikmatan yang ia rasakan ini tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata.

“Enak sayang, “tanya Erwin.

“gila Win, belum pernah aku merasakan keenakan seperti ini,”jawab Dewi dengan nafas masih memburu, dan vaginanya masih berkedut-kedut mengeluarkan lahar kenikmatannya.

“Mau lagi,” Erwin bertanya lagi.

“Hah, bisa mati lemas aku,“Dewi menjerit kaget.

“Ha..ha..ha,” Erwin tertawa melihat mimik muka Dewi.

Kemudian dengan lembut Erwin menciumi Dewi, Dewipun membalas ciuman Erwin, ciuman lembut mereka lama-lama berubah menjadi pagutan-pagutan penuh nafsu, Lidah mereka menari bersama saling menyentuh, kadang-kadang didalam rongga mulut Erwin kadang-kadang didalam rongga mulut Dewi, air liur mereka sudah menjadi satu, birahi Dewi kembali menggelora, pantatnya mulai ia gerakkan kembali, erangan mereka berdua kembali terdengar, terlihat Dewi begitu bernafsu sekali, sepertinya ia betul-betul ingin menikmati malam ini dengan dientot tanpa henti oleh Erwin.

“Hhhmmm…Win, puaskan aku lagi, entot aku lagi dengan kontol besarmu itu, Oooh…bawa aku kepuncak kenikmatan lagi, Win,”Dewi mengerang.

“Hmmmm…pasti sayang, akan kubuat kamu puas lagi, akan kubawa kamu untuk merengkuh puncak kenikmatan lagi,”Erwin berbisik di telinga Dewi.

Dewi terperanjat saat Erwin bangkit berdiri, tangannya segera memeluk leher Erwin, posisi mereka saat bercumbu dan saat Dewi menggoyangkan pantatnya itu memang dalam posisi duduk dan berpelukan, sementara pantat Erwin sedang berada dipinggiran sofa, dan Dewi sendiri posisinya sedang duduk diatas pangkuan Erwin, sementara kontol Erwin memang masih terbenam dalam lubang kemaluan Dewi, satu persatu Erwin menyelipkan tangannya kebawah paha Dewi, dan telapak tangannya memegang bongkahan pantat Dewi, lalu Erwin mulai menaik turunkan pantat Dewi, kedua payudara Dewi terlihat naik turun seirama dengan gerakan naik turun tubuhnya, Dewi merasakan ujung kepala kontol Erwin menyentuh dinding rahimnya saat pantatnya turun, kembali Dewi merasakan sensasi nikmat yang berbeda dari yang sudah-sudah.

“oohh…Win, enak sekali, lebih nikmat dari yang tadi, terus Win, Ooh..puaskan aku..Win,”Dewi mengerang keenakan.

Dewi pun membantu Erwin dengan berpegangan kuat dileher Erwin, ia menaik-turunkan pantatnya seirama dengan gerakan tangan Erwin, tak lama berselang Erwin menghentikan aksinya, ia berjalan kearah Bar, saat berjalan itu kontol Erwin bergerak dengan sendirinya keluar masuk memek Dewi, batin Dewi bertanya dalam hatinya posisi apa lagi yang akan dilakukan Erwin, sesampainya di Bar, Erwin mendudukkan Dewi di kursi tinggi yang ada di bar itu, Erwin menaruh pantat Dewi dipinggiran kursi itu dan nampaknya tinggi kursi itu betul-betul pas dengan posisi berdiri Erwin, sehingga Erwin tidak memerlukan tambahan apapun untuk menggenjot Dewi sambil berdiri, tangan Erwin kemudian berpegangan di bagian bawah sandaran kursi tersebut, paha Dewi sekarang berada diatas tangan Erwin, Dewi melihat memeknya tersumpal penuh oleh kontol Erwin, dan ia melihat kelentitnya semakin merah warnanya akibat gesekan-gesekan kontol, Erwin, Erwin mulai menggenjot kontolnya keluar masuk dilubang memek Dewi, dengan posisi ini memek Dewi nampak mumbul saat Erwin mendorong masuk kontolnya, kemudian kelentitnya tampak mencuat saat Erwin menarik kontolnya, bleess…sssrtttt…bleesss…ssrrtttt….dengan mantap Erwin mulai menggenjot memek Dewi, semakin lama gerakan Erwin semakin cepat, Dewi dibuat merem-melek oleh gerakan Erwin ini, rintihan dan erangannya kembali terdengar, tubuhnya selalu melenting saat Erwin mendorong dalam-dalam kontolnya dilubang vaginanya karena dinding rahimnya selalu tersentuh oleh ujung kepala kontol Erwin.

“Uughhh…Win, Erwin…oh nikmat betul, entot aku, sayang, oohh…aahh..sshhh…aahhh…tekan yang kuat, yach..oohh..yang dalam Win, oooh..terus sayang…terus..yang lebih kuat..lebih dalam..Oohh….yach…uuugghh…aahh…enak Win, enak Ohh..Erwin..nikmat betul kontolmu….,” Dewi merintih-rintih keenakan.

“Puaskan..aku Win, oohh…yaahh..terus pompa terus kontolmu Win, Ohh Erwin tekan yang dalam sayang…yang kuat…yah ..lagi yang kuat…yang dalam..oohhh…kontolmu..enak..sekali…oohh… terus sayang entot aku…Win, Erwin…oohh..nikmatnya enjotanmu..,” Dewi merintih-rintih menikmati genjotan-genjotan batang kemaluan Erwin di vaginanya, ia tidak memperdulikan lagi kalau suaranya dapat membangunkan suaminya, yang ia pedulikan adalah menikmati sensasi nikmat dari persetubuhan mereka.

Keringat mulai mengalir dari kedua tubuh mereka, saat tubuh mereka beradu menimbulkan suara yang menambah sensasi persetubuhan mereka, lenguhan mereka terus menerus terdengar, rintihan-rintihan kenikmatan mereka bersahutan tiada henti, Erwin semakin menggila menggenjot kontolnya keluar masuk dilubang vagina Dewi, sentakan-sentakan kuat saat menekan masuk kontolnya kedalam lubang vagina Dewi, membuat tubuh Dewi terhenyak dan melenting, kepala Dewi mendongak saat merasakan desakan kontol Erwin yang kuat dan dalam sehingga menyentuh dinding rahimnya, matanya merem-melek menikmati sodokan-sodokan batang kemaluan Erwin, vagina Dewi yang semakin basah menimbulkan suara kecipak saat batang kemaluan menyeruak masuk.

“Win, Ooohh Erwin, tekan yang dalam…terus jangan berhenti, genjot terus kontolmu sayang, yach…oohh…tekan yang kuat, aahhh, terus…terus….yang dalam…yang kuat..terus…aaacchh.. aku..tidak kuat lagi, Win, Oohh…kamu hebat..oohh..aaku kelluaar..Win, Oh…,” Dewi mengerang menikmati persetubuhan ini, tubuhnya kembali mengejang dan melenting menyambut puncak kenikmatan yang akan ia raih kembali.

“Iyach, sayang..aku juga mau keluar..oohh..memekmu betul-betul enak…uughhh…,” Erwin juga mengerang, gerakan tubuhnya semakin cepat dan tidak beraturan, sodokan-sodokan batang kemaluannya semakin dalam dan semakin kuat, ia ingin meraih puncak kenikmatannya bersamaan dengan Dewi.

Dengan sekali hentakan kuat Erwin menekan kontolnya dalam-dalam, Bleessss…..ccccrreett…. sssrrrr….ccreeeett…ssrrrr….creeett…sssrrr…..

“Ooohhh….aaaku..keluarr…aaahhh…hhhmmmm…sslrrppp,” Dewi dan Erwin mengerang bersamaan menyambut puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka, mulut mereka berpagutan penuh nafsu, tubuh mereka mengejang bersamaan.

Kedua kemaluan mereka secara bersamaan menyemburkan lahar kenikmatan, Erwin dan Dewi merasakan siraman hangat dikemaluan mereka, pantat Erwin terlihat mengejut-ngejut seirama dengan kedutan-kedutan batang kemaluannya yang menyemburkan lahar kenikmatannya, tubuh bagian bawah Dewi juga terlihat mengejut-ngejut seirama dengan kedutan-kedutan dinding vaginanya yang sedang menyiramkan lahar kenikmatannya.

Nafas mereka berdua terdengar memburu, mulutnya mereka masih berpagutan dengan penuh nafsu, tubuh mereka telah basah oleh keringat mereka yang telah bercampur menjadi satu, mata mereka terpejam merasakan sisa-sisa kenikmatan yang barusan saja mereka rengkuh, batang kemaluan Erwin masih tertanam di dalam lubang vagina Dewi, perlahan-lahan batang kemaluan Erwin mulai lemas dan mengecil, Dewi yang tadinya merasakan lubang vaginanya begitu sesak oleh jejalan batang kemaluan Erwin mulai merasakan kekosongan akibat mengecilnya batang kemaluan Erwin.

Selang beberapa saat, pagutan penuh nafsu mereka berganti menjadi kecupan-kecupan ringan, senyum paus tersungging di mulut mereka berdua.

“Kamu hebat, Win. Aku betul-betul puas, tapi aku ingin lagi,” Dewi berkata manja dan genit.

“Mau lagi? Sekarang? Sampai Pagi? Aku juga masih ingin menikmati lubang senggamamu,” kata Erwin.

Setelah nafas mereka mereda, akhirnya mereka berdua beranjak ke sofa untuk istirahat, sambil istirahat mereka bercengkrama, dan merencanakan apa yang akan diceritakan kepada suami Dewi nanti saat terbangun dari tidurnya, akhirnya mereka sepakat akan menceritakan bahwa Erwin meninggalkan Dewi dan suaminya di kamar setelah suami Dewi itu tertidur dan Erwin mengambil lagi sebuah kamar untuk beristirahat.

Kesepakatan telah mereka ambil, istirahat telah mereka lakukan, perlahan nafsu birahi mereka kembali bergelora, keduanya kembali bercumbu, keduanya kembali mendayung biduk persetubuhan mereka, berbagai posisi mereka lakukan mulai dari doggie style, sendok-garpu, woman on top, mereka rengkuh kembali kenikmatan-kenikmatan persetubuhan mereka ini sampai pagi hari, mereka berhenti melakukan persetubuhan-persetubuhan itu saat waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Erwin keluar ruangan dan Dewi sendiri membersihkan diri untuk dan berbenah diri agar tidak terlihat seperti habis melakukan persetubuhan, setelah selesai ia membaringkan tubuhnya disamping suaminya.

Tunggu kisah-kisah Dewi selanjutnya….