Kecupan-kecupan lembut Erwin dibibirnya serta belaian tangan Erwin di payudara dan putingnya perlahan-lahan membuat gelora birahi Dewi yang telah mereda mulai bergejolak kembali, desahannya mulai terdengar kembali dari mulutnya, tangan kiri Dewi mulai bergerak kearah selangkangan Erwin, di elus-elusnya batang kemaluan Erwin dari balik celananya, batang kemaluan Erwin yang sudah tegang semakin menegang akibat elusan Dewi, dan membuat Erwin melenguh, tangan kanan Dewi mulai membuka kancing kemeja Erwin satu persatu dari atas sampai kebawah, setelah terlepas semua kancing kemejanya, Dewi mulai menciumi dada Erwin, puting susu Erwin tidak luput dari hisapan dan jilatannya, terdengar Erwin kembali melenguh akibat serangan Dewi.
Jilatan Dewi mulai menurun kebawah, sementara kedua tangannya beraksi membuka ikat pinggang dan celana Erwin, saat jilatannya sampai kebawah perut Erwin, celana Erwin termasuk CDnya sudah melorot ke kaki Erwin, Dewi takjub melihat pemandangan yang ada dihadapannya, ia melihat batang kemaluan Erwin lebih panjang dan besar dari semua lelaki yang sudah menyetubuhinya, di genggamnya batang kemaluan Erwin dengan kedua tangannya, Dewi kaget sendiri dengan panjangnya batang kemaluan Erwin karena masih ada sedikit yang tidak tergenggam oleh kedua tangannya, lalu Dewi mulai menjilati kepala kontol Erwin, lidahnya kadang-kadang bermain di lubang kencingnya, sementara kedua tangannya meremas-remas lembut bagian batangnya, akibatnya tubuh Erwin bergetar, lenguhannya kembali terdengar, kepalanya terdongak matanya terpejam menikmati jilatan-jilatan lidah Dewi serta remasan-remasan tangan Dewi di kontolnya.
“Oohh…Wi, terus…enak..jilatanmu…,” lenguh Erwin.
“Entot kontolku dengan mulutmu, Wi…Ohhh…,” desah Erwin meminta Dewi untuk mengulum batang kemaluannya.
Dewipun melakukan apa yang diminta oleh Erwin, mulutnya mulai mengulum-ngulum kontol Erwin, mulutnya maju mundur dikontol Erwin, tangan kanannya tetap meremas-remas sebagian batang kemaluan Erwin sementara tangan kirinya mempermainkan biji pelernya, Erwin semakin melenguh mendapatkan perlakuan Dewi ini, kedua tangannya memegang kepala Dewi, dengan perlahan Erwin memaju mundurkan kepala Dewi mengimbangi gerakan maju mundur mulut Dewi di batang kemaluannya.
“Oohh..aaargghhh…enak betul selomotan mulutmu, Wi…,” Erwin mendesah.
“Terus, Wi…terus…kulum kontolku…Oohhh…,” Erwin kembali mendesah.
Kepala Erwin terdongak, mulutnya setengah terbuka dan matanya terpejam menikmati permainan mulut Dewi serta kedua tangannya di batang kemaluan dan biji pelernya, tubuhnya semakin bergetar, Dewi sendiri semakin mempercepat gerakan maju mundur mulutnya, tapi Erwin tidak mau hanya puas dengan mulut Dewi saja, iapun menahan gerakan kepala Dewi, dan menarik tubuh Dewi yang sedang berjongkok untuk berdiri, diajaknya Dewi pindah kesofa.
Erwin duduk disofa dengan posisi setengah tiduran, Dewi tahu apa yang diinginkan oleh Erwin, kemudian Dewipun mengangkang diatas tubuh Erwin, tangannya segera meraih batang kemaluan Erwin, diarahkannya batang kemaluan Erwin ke lubang senggamanya, kemudian kepala kontolnya digesek-gesekkan dengan kelentitnya, setelah itu Dewi menyelipkan kontol Erwin kelubang vaginanya, sssllleeeppp….kepala kontol Erwin terselip dalam lubang vagina Dewi, kemudian dengan perlahan Dewi mulai menurunkan pantatnya, batang kemaluan Erwin yang besar mulai menerobos perlahan lubang vagina Dewi, blleesssss…Dewi merasakan kontol Erwin yang besar membuat sesak lubang vaginanya, dan ia merasakan sedikit perih pada lubang vaginanya akibat besarnya kontol Erwin, sementara itu Erwin sendiri merasakan vagina Dewi sangat sempit dan menjepit dengan erat kontolnya, Dewi mendiamkan sebentar gerakkannya.
“Gila, kontolnya betul-betul besar, bisa robek memekku,” batin Dewi.
Dewi kembali mencoba menurunkan kembali pantatnya perlahan-lahan, sambil mulutnya mencium mulut Erwin yang setengah terbuka karena merasakan jepitan vagina Dewi yang sangat ketat di kepala kontolnya, lidah Dewi menerobos masuk menari mencari lidah Erwin, kedua tangan Erwinpun mulai beraksi payudara Dewi diremas-remasnya dan kedua puting susunya dipilin-pilin dengan lembut, bbleesssss….kontol Erwin mulai menerobos kembali lubang vagina Dewi seiring dengan turunnya pantat Dewi.
“Oohhh…kontolmu besar sekali, memekku robek dibuatnya…aaagghhh…,” Dewi mengerang saat kontol Erwin kembali menyeruak masuk kedalam lubang vaginanya.
“Wi, memekmu sempit sekali…enak betul…tekan lagi, Wi,” Erwin mendesah merasakan nikmatnya jepitan vagina Dewi di batang kemaluannya, tangannya beralih ke bongkahan pantat Dewi dan meremas-remasnya.
Dan…bleeessss….Erwin dengan gerakan tiba-tiba menekan pantat Dewi kebawah, sehingga batang kemaluannya terbenam seluruhnya dalam lubang vagina Dewi,
“Ooouughhhhh….,” Dewi melenguh panjang, kepalanya mendongak dan mulutnya agak terbuka sementara matanya terpejam, merasakan sakit dan nikmat atas terjangan kontol Erwin yang mendadak itu.
Dewi terdiam sesaat merasakan vaginanya yang sedikit perih, dibalik perih yang ia rasakan ada kenikmatan yang ia rasakan juga, ia merasakan denyutan kontol Erwin di dinding lubang vaginanya.
“Win, punyamu besar sekali, memekku perih gara-gara barangmu ini, tapi enak kurasakan,” desah Dewi.
“Lubangmu juga enak, sempit sekali, sungguh beruntung aku dapat merasakan jepitan ketat lubang vaginamu,” balas Erwin.
“Jangan diam aja dong, Wi, sekarang goyangkan pantatmu, biar lebih enak,” lanjut Erwin.
Dewi mulai menggerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan-lahan, sssrrtttt…..bleesss… ssssrrtttt…bleesss…rasa perih yang dirasakan oleh Dewi mulai menghilang berganti dengan rasa kenikmatan yang luar biasa akibat gesekan-gesekan batang kemaluan Erwin di dinding lubang vaginanya, rintihan dan lenguhannya mulai terdengar, gerakan maju mundurnya bertambah cepat, cairan pelicinnya mulai mengalir keluar dari lubang vaginanya, menambah mudah pergeseran batang kemaluan Erwin di lubang vaginanya yang sempit itu.
Tangan Erwin kembali beralih meremas-remas dan memilin-milin payudara dan puting susu Dewi, akibat permainan tangan Erwin gelora birahi Dewi semakin menggila, lenguhan dan rintihan kenikmatannya semakin sering terdengar, Dewi tidak perduli lagi suara erangan ia terdengar oleh suaminya yang tertidur diruangan sebelah, yang ada dalam pikirannya sekarang ini adalah memuaskan dahaga sexnya.
“Ooohhh…enak sekali kontolmu, Win, besar dan panjang, Oohhh…aku ingin terus dientot kamu..,” rintih Dewi.
“Puaskan aku, Win, Oohhh…remas tetekku, yah begitu, Oohh..hisap putingnya Win, Oohh…nikmatnya…terus Win, hisap terus, jangan berhenti,” rintihan Dewi terdengar lagi.
“Hhhmmm…sllrrpp…memekmu juga enak, Wi, slllrrppp….hhmmm, terus goyang Wi, puaskan dirimu, ssllrppp…,” desah Erwin yang sibuk menghisap kedua puting susu Dewi silih berganti sementara kedua tangannya tetap aktif dengan meremas-remas kedua bukit kembar Dewi itu.
Mata Dewi terpejam, kepalanya mendongak dan bergerak kekanan dan kekiri, mulutnya setengah terbuka dan mengeluarkan rintihan serta lenguhan menikmati persetubuhannya kali ini, Dewi merasakan lubang vaginanya pehun sesak dengan jejalan batang kemaluan Erwin ini, sehingga gesekan-gesekan batang kemaluan Erwin terasa betul oleh dinding vaginanya, saat batang kemaluan Erwin keluar masuk di lubang vaginanya, ia juga merasakan kelentitnya tergesek-gesek oleh batang kontol Erwin.
“oohhh…Win, eenak sekali kontolmu ini, itilku juga tergesek-gesek oleh kontolmu, ooh..sshhh… aaahhhh…,” rintih Dewi.
“Aku pengen terus dientot kamu, Oohhh…,” kembali Dewi merintih.
“Win, aku mau keluar, aku sudah tidak tahan lagi, ooohhh..kontolmu hisapanmu…,”Dewi mengerang.
Gerakan maju mundur Dewi semakin cepat tapi tidak beraturan, tubuhnya mulai mengejang dan mengejut-ngejut, Erwin yang mengetahui Dewi hampir orgasme lagi, segera menambah ritme remasan tangannya di kedua payudara Dewi, dan mulutnya menambah daya hisapannya menjadi lebih lama dan berulang-ulang, persis seperti anak bayi yang sedang menyusu pada ibunya. Aksi Erwin menambah geli dan nikmat bagi Dewi yang sedang diambang orgasme.
“Ooh..Win, geli sekali…nikmat…enak…aku tidak tahan lagi, Wiiinnn…aku keluar…Ooohhh,” Dewi melenguh panjang saat puncak kenikmatannya berhasil ia rengkuh untuk yang kedua kalinya,.
Dewipun menekan pantatnya kuat-kuat,
Sssrrrrr….sssrrrr…sssrrrr…sssrrrrr vaginanya menyemburkan lahar kenikmatannya, membasahi kontol Erwin,
Tubuh Dewi terlihat bergetar dengan hebat, pantatnya mengejut-ngejut, tubuhnya ambruk diatas tubuh Erwin, vaginanya berkedut-kedut, di mulutnya tersungging senyum kepuasan.
Erwin kemudian menambah sensasi nikmat Dewi dengan mengecup lembut bibir Dewi berkali-kali, tangannya meremas-remas lembut pantat Dewi dan membelai-belai punggung Dewi.
“Oohh..Win, kamu hebat, kamu belum keluar juga, “ desah Dewi.
“Hhmmm…yang penting kamu puaskan, kita bisa lanjutkan lagi, klo kamu sudah siap,” balas Erwin.
“Oohh…aku ingin dientot kamu sampai pagi, Win. Klo bisa sich seterusnya,” bisik Dewi genit, sambil menjilat kuping Erwin.
“Kita bisa lakukan lagi kapanpun kamu mau, yang penting sekarang kita puaskan acara ngentot kita ini,” Sahut Erwin, sambil perlahan-lahan ia mulai menggerakkan pantatnya naik turun, dan menjilati telinga dan leher Dewi.
“Oohh..Win, geli, ssshhh…aaahhh,” Dewi mendesah kegelian.
Aksi mereka akan berlanjutkah? Berganti posisikah mereka?
Jilatan Dewi mulai menurun kebawah, sementara kedua tangannya beraksi membuka ikat pinggang dan celana Erwin, saat jilatannya sampai kebawah perut Erwin, celana Erwin termasuk CDnya sudah melorot ke kaki Erwin, Dewi takjub melihat pemandangan yang ada dihadapannya, ia melihat batang kemaluan Erwin lebih panjang dan besar dari semua lelaki yang sudah menyetubuhinya, di genggamnya batang kemaluan Erwin dengan kedua tangannya, Dewi kaget sendiri dengan panjangnya batang kemaluan Erwin karena masih ada sedikit yang tidak tergenggam oleh kedua tangannya, lalu Dewi mulai menjilati kepala kontol Erwin, lidahnya kadang-kadang bermain di lubang kencingnya, sementara kedua tangannya meremas-remas lembut bagian batangnya, akibatnya tubuh Erwin bergetar, lenguhannya kembali terdengar, kepalanya terdongak matanya terpejam menikmati jilatan-jilatan lidah Dewi serta remasan-remasan tangan Dewi di kontolnya.
“Oohh…Wi, terus…enak..jilatanmu…,” lenguh Erwin.
“Entot kontolku dengan mulutmu, Wi…Ohhh…,” desah Erwin meminta Dewi untuk mengulum batang kemaluannya.
Dewipun melakukan apa yang diminta oleh Erwin, mulutnya mulai mengulum-ngulum kontol Erwin, mulutnya maju mundur dikontol Erwin, tangan kanannya tetap meremas-remas sebagian batang kemaluan Erwin sementara tangan kirinya mempermainkan biji pelernya, Erwin semakin melenguh mendapatkan perlakuan Dewi ini, kedua tangannya memegang kepala Dewi, dengan perlahan Erwin memaju mundurkan kepala Dewi mengimbangi gerakan maju mundur mulut Dewi di batang kemaluannya.
“Oohh..aaargghhh…enak betul selomotan mulutmu, Wi…,” Erwin mendesah.
“Terus, Wi…terus…kulum kontolku…Oohhh…,” Erwin kembali mendesah.
Kepala Erwin terdongak, mulutnya setengah terbuka dan matanya terpejam menikmati permainan mulut Dewi serta kedua tangannya di batang kemaluan dan biji pelernya, tubuhnya semakin bergetar, Dewi sendiri semakin mempercepat gerakan maju mundur mulutnya, tapi Erwin tidak mau hanya puas dengan mulut Dewi saja, iapun menahan gerakan kepala Dewi, dan menarik tubuh Dewi yang sedang berjongkok untuk berdiri, diajaknya Dewi pindah kesofa.
Erwin duduk disofa dengan posisi setengah tiduran, Dewi tahu apa yang diinginkan oleh Erwin, kemudian Dewipun mengangkang diatas tubuh Erwin, tangannya segera meraih batang kemaluan Erwin, diarahkannya batang kemaluan Erwin ke lubang senggamanya, kemudian kepala kontolnya digesek-gesekkan dengan kelentitnya, setelah itu Dewi menyelipkan kontol Erwin kelubang vaginanya, sssllleeeppp….kepala kontol Erwin terselip dalam lubang vagina Dewi, kemudian dengan perlahan Dewi mulai menurunkan pantatnya, batang kemaluan Erwin yang besar mulai menerobos perlahan lubang vagina Dewi, blleesssss…Dewi merasakan kontol Erwin yang besar membuat sesak lubang vaginanya, dan ia merasakan sedikit perih pada lubang vaginanya akibat besarnya kontol Erwin, sementara itu Erwin sendiri merasakan vagina Dewi sangat sempit dan menjepit dengan erat kontolnya, Dewi mendiamkan sebentar gerakkannya.
“Gila, kontolnya betul-betul besar, bisa robek memekku,” batin Dewi.
Dewi kembali mencoba menurunkan kembali pantatnya perlahan-lahan, sambil mulutnya mencium mulut Erwin yang setengah terbuka karena merasakan jepitan vagina Dewi yang sangat ketat di kepala kontolnya, lidah Dewi menerobos masuk menari mencari lidah Erwin, kedua tangan Erwinpun mulai beraksi payudara Dewi diremas-remasnya dan kedua puting susunya dipilin-pilin dengan lembut, bbleesssss….kontol Erwin mulai menerobos kembali lubang vagina Dewi seiring dengan turunnya pantat Dewi.
“Oohhh…kontolmu besar sekali, memekku robek dibuatnya…aaagghhh…,” Dewi mengerang saat kontol Erwin kembali menyeruak masuk kedalam lubang vaginanya.
“Wi, memekmu sempit sekali…enak betul…tekan lagi, Wi,” Erwin mendesah merasakan nikmatnya jepitan vagina Dewi di batang kemaluannya, tangannya beralih ke bongkahan pantat Dewi dan meremas-remasnya.
Dan…bleeessss….Erwin dengan gerakan tiba-tiba menekan pantat Dewi kebawah, sehingga batang kemaluannya terbenam seluruhnya dalam lubang vagina Dewi,
“Ooouughhhhh….,” Dewi melenguh panjang, kepalanya mendongak dan mulutnya agak terbuka sementara matanya terpejam, merasakan sakit dan nikmat atas terjangan kontol Erwin yang mendadak itu.
Dewi terdiam sesaat merasakan vaginanya yang sedikit perih, dibalik perih yang ia rasakan ada kenikmatan yang ia rasakan juga, ia merasakan denyutan kontol Erwin di dinding lubang vaginanya.
“Win, punyamu besar sekali, memekku perih gara-gara barangmu ini, tapi enak kurasakan,” desah Dewi.
“Lubangmu juga enak, sempit sekali, sungguh beruntung aku dapat merasakan jepitan ketat lubang vaginamu,” balas Erwin.
“Jangan diam aja dong, Wi, sekarang goyangkan pantatmu, biar lebih enak,” lanjut Erwin.
Dewi mulai menggerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan-lahan, sssrrtttt…..bleesss… ssssrrtttt…bleesss…rasa perih yang dirasakan oleh Dewi mulai menghilang berganti dengan rasa kenikmatan yang luar biasa akibat gesekan-gesekan batang kemaluan Erwin di dinding lubang vaginanya, rintihan dan lenguhannya mulai terdengar, gerakan maju mundurnya bertambah cepat, cairan pelicinnya mulai mengalir keluar dari lubang vaginanya, menambah mudah pergeseran batang kemaluan Erwin di lubang vaginanya yang sempit itu.
Tangan Erwin kembali beralih meremas-remas dan memilin-milin payudara dan puting susu Dewi, akibat permainan tangan Erwin gelora birahi Dewi semakin menggila, lenguhan dan rintihan kenikmatannya semakin sering terdengar, Dewi tidak perduli lagi suara erangan ia terdengar oleh suaminya yang tertidur diruangan sebelah, yang ada dalam pikirannya sekarang ini adalah memuaskan dahaga sexnya.
“Ooohhh…enak sekali kontolmu, Win, besar dan panjang, Oohhh…aku ingin terus dientot kamu..,” rintih Dewi.
“Puaskan aku, Win, Oohhh…remas tetekku, yah begitu, Oohh..hisap putingnya Win, Oohh…nikmatnya…terus Win, hisap terus, jangan berhenti,” rintihan Dewi terdengar lagi.
“Hhhmmm…sllrrpp…memekmu juga enak, Wi, slllrrppp….hhmmm, terus goyang Wi, puaskan dirimu, ssllrppp…,” desah Erwin yang sibuk menghisap kedua puting susu Dewi silih berganti sementara kedua tangannya tetap aktif dengan meremas-remas kedua bukit kembar Dewi itu.
Mata Dewi terpejam, kepalanya mendongak dan bergerak kekanan dan kekiri, mulutnya setengah terbuka dan mengeluarkan rintihan serta lenguhan menikmati persetubuhannya kali ini, Dewi merasakan lubang vaginanya pehun sesak dengan jejalan batang kemaluan Erwin ini, sehingga gesekan-gesekan batang kemaluan Erwin terasa betul oleh dinding vaginanya, saat batang kemaluan Erwin keluar masuk di lubang vaginanya, ia juga merasakan kelentitnya tergesek-gesek oleh batang kontol Erwin.
“oohhh…Win, eenak sekali kontolmu ini, itilku juga tergesek-gesek oleh kontolmu, ooh..sshhh… aaahhhh…,” rintih Dewi.
“Aku pengen terus dientot kamu, Oohhh…,” kembali Dewi merintih.
“Win, aku mau keluar, aku sudah tidak tahan lagi, ooohhh..kontolmu hisapanmu…,”Dewi mengerang.
Gerakan maju mundur Dewi semakin cepat tapi tidak beraturan, tubuhnya mulai mengejang dan mengejut-ngejut, Erwin yang mengetahui Dewi hampir orgasme lagi, segera menambah ritme remasan tangannya di kedua payudara Dewi, dan mulutnya menambah daya hisapannya menjadi lebih lama dan berulang-ulang, persis seperti anak bayi yang sedang menyusu pada ibunya. Aksi Erwin menambah geli dan nikmat bagi Dewi yang sedang diambang orgasme.
“Ooh..Win, geli sekali…nikmat…enak…aku tidak tahan lagi, Wiiinnn…aku keluar…Ooohhh,” Dewi melenguh panjang saat puncak kenikmatannya berhasil ia rengkuh untuk yang kedua kalinya,.
Dewipun menekan pantatnya kuat-kuat,
Sssrrrrr….sssrrrr…sssrrrr…sssrrrrr vaginanya menyemburkan lahar kenikmatannya, membasahi kontol Erwin,
Tubuh Dewi terlihat bergetar dengan hebat, pantatnya mengejut-ngejut, tubuhnya ambruk diatas tubuh Erwin, vaginanya berkedut-kedut, di mulutnya tersungging senyum kepuasan.
Erwin kemudian menambah sensasi nikmat Dewi dengan mengecup lembut bibir Dewi berkali-kali, tangannya meremas-remas lembut pantat Dewi dan membelai-belai punggung Dewi.
“Oohh..Win, kamu hebat, kamu belum keluar juga, “ desah Dewi.
“Hhmmm…yang penting kamu puaskan, kita bisa lanjutkan lagi, klo kamu sudah siap,” balas Erwin.
“Oohh…aku ingin dientot kamu sampai pagi, Win. Klo bisa sich seterusnya,” bisik Dewi genit, sambil menjilat kuping Erwin.
“Kita bisa lakukan lagi kapanpun kamu mau, yang penting sekarang kita puaskan acara ngentot kita ini,” Sahut Erwin, sambil perlahan-lahan ia mulai menggerakkan pantatnya naik turun, dan menjilati telinga dan leher Dewi.
“Oohh..Win, geli, ssshhh…aaahhh,” Dewi mendesah kegelian.
Aksi mereka akan berlanjutkah? Berganti posisikah mereka?
0Awesome Comments!