Dewi - Yono, Supir Yang Beruntung 3

Batang kemaluan Yono sudah tidak tegang lagi, Dewipun beranjak dari selangkangan Yono, ia mulai membuka celana dalamnya, sehingga tubuhnya yang indah sekarang menjadi polos tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh sexynya, Dewipun mulai berjongkok diwajah Yono, kedua tangannya berpegangan diranjang bagian atas, Yono langsung mengerti apa yang dikehendaki oleh nyonyanya ini, Yonopun mulai menjilati itil Dewi, aroma kemaluan Dewi sungguh berbeda dengan aroma kemaluan istrinya, dengan penuh nafsu Yono menjilati, menciumi dan menghisap itil Dewi, terdengar suara decakan keluar dari mulut Yono saat mulutnya menghisap dan menjilati bibir kemaluan dan itil Dewi. Dewipun dibuat melenguh keenakan, Yonopun sudah mulai berani untuk menjamah kedua bongkah pantat Dewi dan mulai meremas-remasnya. Dewipun mulai menikmati jilatasn dan hisapan Yono dikemaluannya, Dewipun mengimbangi permainan lidah dan mulut Yono dengan memaju-mundurkan pantatnya sehingga kelentitnya lebih bergesekan dengan lidah dan mulut Yono, Yono merasakan pantat Dewi kadang-kadang mengejut-ngejut saat mulutnya menghisap itilnya Dewi.

Lenguhan dan desahanpun mulai terdengar keluar dari mulut Dewi, sementara suara decakan Yono semakin bertambah sering terdengar, ssslrrrrpppp…sssllrrpppp…ssslrrrppp tidak puas dengan hanya menjilat dan menghisap saja Yono mulai dengan aksi jari tangannya yang mulai menerobos lubang kenikmatan Dewi, pertama-tama hanya jari tengahnya saja yang mengocok vagina Dewi, lama-lama jari manisnya ia masukkan juga kedalam lubang vagina Dewi, membuat Dewi bertambah kelojotan menikmati sensasi jari-jari tangan Yono dan mulut Yono. Jari tangan Yono semakin aktif keluar masuk dilubang vagina Dewi, biarpun Yono hanya seorang supir tapi soal oral seks Yono betul-betul ahli, ditambah dengan permainan jari tangannya yang seperti pemain film BF, betul-betul membuat Dewi bergelinjang menikmati permainan oral seks dan jemari Yono divagina dan kelentitnya.

“Hhmmmhhh…aaaahhh….teruuusss…ooohhh…teruuusss…Yooo nnn…kamu heeebaat…. Aaahhh…kocok memekkkuuu….hisaapp itilkkuuu…ooohhh yaahhh….,” Dewi melenguh keenakan menikmati permainan jari Yono dan hisapan-hisapan Yono di kelentitnya.

Yono semakin bertambah semangat mendengar erangan-erangan nikmat dewi, permainan mulut dan jari tangannya semakin bertambah menggila, membuat Dewi semakin menggelinjang keenakan, Dewi belum pernah merasakan nikmat seperti ini saat seseorang melakukan oral seks kepadanya, Dewipun merasa kagum kepada Yono yang dapat memberikan kenikmatan hanya dengan oral seks.

“Uugghhh…aaaaahhhh….ooohh..nikmmaattt…aaakuu tidak tahan lagi…aaahhh terus Yooon, akuu mauu keluar…,”Dewi menjerit kenikmatan saat dirinya mencapai puncak kenikmatannya.

Sssrrrrr…ssrrrr…ssrrrr…lubang kemaluan Dewi menyemprotkan cairan kenikmatannya, Yono yang merasakan memek Dewi semakin basah semakin bertambah cepat mengocok jari tangannya dilubang vagina Dewi dan mulutnya semakin bertambah kuat menghisap itil Dewi, sehingga membuat Dewi semakin blingsatan menikmati sensasi puncak kenikmatannya, tubuhnya mengejang pantatnya mengejan-ejan, pegangan tangannya semakin mencengkram kuat.

“Aaaggghhh…eeeddaaann…nikmat sekali…Ooouughhhh…Yoonn, kamu betul betuull hebattttt….ssshhh….aaaaahhh…,” Dewi mengerang.

Dengan nafas yang masih terengah-engah Dewi merebahkan tubuhnya disamping Yono, ia melihat batang kemaluan Yono sudah berdiri dengan gagahnya, Dewi terkesima melihat hal itu, hatinya membatin cepat juga pulihnya padahal belum terlalu lama dia barusan menyemprotkan spermanya, Yono sendiri bingung merasakan kontolnya sudah ngaceng lagi, biasanya sehabis berhubungan dengan istrinya kontolnya sudah tidak mau bangkit lagi, sementara saat ini kontolnya itu sudah berdiri dengan gagahnya siap untuk mengaduk-aduk lubang kenikmatan Dewi, tapi Yono tidak mau lancang terhadap nyonyanya ini, sebelum Dewi memintanya untuk menyodokkan kontolnya kememek Dewi, Yono hanya diam pasrah saja, hanya matanya yang berani melirik ketubuh Dewi, Yonopun tidak mau membuang kesempatan untuk menikmati pemandangan itu, karena dalam pikirannya kapan lagi aku dapat memandangi tubuh telanjang nyonyanya ini.

Dewi termasuk wanita yang selalu haus akan seks, dirinya selalu haus akan sodokan-sodokan batang kemaluan lelaki, apalagi sekarang ini Dewi sudah lama tidak merasakan batang kemaluan lelaki menyodok memeknya, tidak ada yang mengira bahwasanya Dewi adalah wanita yang haus akan seks, dari wajahnya tidak Nampak bahwasanya Dewi adalah wanita yang binal, Yono sendiri heran akan tingkah nyonyanya yang mengajaknya bermain seks di hotel, ia juga tidak menyangka sama sekali nyonyanya sangat agresif, dari pernampilannya tidak nampak bahwa Dewi akan melakukan hal tersebut, tapi Yono tidak mau terlalu memikirkan hal tersebut, buatnya yang penting ia dapat menikmati tubuh nyonyanya, walaupun baru hanya dapat menjilati memeknya saja.

Selang beberapa saat, Dewi mulai beranjak menaiki tubuh Yono yang masih terlentang, diraihnya batang kemaluan Yono, diusap-usapkannya kepala kemaluan itu ke vaginanya, Dewi merasakan kontolnya Yono sangat keras sekali, kelentitnya terasa geli oleh sentuhan kepala kemaluan Yono, Dewi mendengus kegelian, Yono sendiri merasakan kegelian saat kepala kontolnya tersentuh dengan bibir vagina Dewi, beberapa kali Dewi mengusap-usapkan kepala kemaluan tersebut kebibir vaginanya, membuat Dewi menggelinjang sendiri, lubang vaginanya mulai terasa gatal kembali ingin segera digaruk oleh kontolnya Yono, Yono juga tidak tahan dengan rasa geli yang ia rasakan pada ujung kepala kontolnya, ingin rasanya ia memasukkan cepat-cepat kontolnya ke memek Dewi, tapi agar tidak dibilang lancang Yono hanya dapat diam pasrah, mengikuti irama permainan nyonyanya ini.

Satu tangan memegangi batang kemaluan Yono, sambil terus mengoles-oleskan kebibir vagina dan kelentitnya, satu tangan lagi mulai menguakkan bibir vaginanya, Yono hanya dapat melihat tingkah polah nyonyanya ini, dan ia juga melihat bibir vagina Dewi mulai terkuak, lubang kenikmatannya mulai terpampang dihadapan matanya, Yono hanya dapat menelan ludah melihat itu semua, ia hanya bisa diam mengikuti irama permainan Dewi, tapi hatinya resah ia ingin sekali merasakan kontolnya dijepit oleh lubang kenikmatan Dewi, ingin rasanya ia mengaduk-aduk lubang tersebut dengan kontolnya yang sudah sangat tegang itu.

Pucuk dicinta ulam tiba, penantian yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga, dengan perlahan-lahan Dewi mulai mengarahkan kepala kemaluan Yono kelubang vaginanya, diselipkan kepala kemaluan itu dibibir vaginannya, dengan perlahan-lahan Dewi mulai menekan pantatnya kebawah, batang kemaluan Yono dengan perlahan tapi pasti mulai menerobos masuk kedalam lubang vagina Dewi.

Sleeeeppp…..bleessss…blessss…..blesssss…… perlahan tapi pasti batang kemaluan Yono tertelan oleh lubang vagina Dewi sehingga tidak terlihat lagi, Yono melihat kontolnya masuk perlahan-lahan di memek Dewi, Yono melihat sekarang jembutnya dan jembut Dewi bertemu saat kontolnya tertelan seluruhnya oleh memek Dewi.

Dewi merasakan batang kemaluan Yono memenuhi rongga vaginanya, dan ia juga merasakan kelentitnya bersentuhan dengan jembut Yono, dengan memejamkan mata Dewi mulai memutar pantatnya dengan perlahan, Dewi merasakan lubang memeknya seperti diaduk-aduk oleh kemaluan Yono, sementara Yono sendiri merasakan kontolnya seperti dipilin-pilin oleh dinding vagina Dewi, lenguhan dan desahan mereka mulai terdengar bersahutan, Dewi juga merasakan sensasi yang sangat luarbiasa saat kelentitnya bergesekan dengan jembut Yono, tangannya segera meraih kedua tangan Yono, ditariknya tangan Yono kearah dadanya, kedua telapak tangan Yono didaratkannya dikedua bukit kembarnya, dan mulai digerakkannya, seolah ia menyuruh Yono untuk meremas kedua payudaranya, Yono yang memang dari awal ingin sekali meremas tetek Dewi tanpa membuang waktu segera meremas-remas kedua bukit kembar tersebut, remasan-remasan lembutnya penuh nafsu birahi, matanya menatap kedua bukit kembar itu yang berada dalam cengkramannya, tapi kedua bukit kembar tersebut cukup lumayan besar sehingga kedua telapak tangannya tidak dapat menutupi kedua bukit kembar tersebut.

“Oooohhh…sshhh…aaah…Yon, kontolmu, enaaak…ssshhh…aaaahhh…,” desah Dewi sambil terus memutar pantatnya.

Desahan, erangan dan lenguhan Dewi semakin sering terdengar, pantatnya bergantian aksinya antara berputar dan maju mundur, kadang-kadang pantat Dewi berputar memilin-milin batang kemaluan Yono, kadang-kadang gerakannya maju mundur, saat pantatnya bergerak maju mundur Dewi merasakan kelentitnya bertambah gatal karena bergesekan dengan jembut Yono, belum lagi remasan-remasan tangan Yono yang penuh nafsu dikedua bukit kembarnya, semua itu menambah sensasi persetubuhan mereka.

Yono hanya dapat mengerang-ngerang keenakan merasakan kontolnya berada dalam jepitan memek Dewi, kadang-kadang ia merasa kontolnya sedang dipilin-pilin oleh dinding vagina Dewi, kadang-kadang ia merasakan kontolnya keluar masuk di vagina Dewi, remasan tangannya semakin menggila di payudara Dewi, sambil ditingkahi dengan pilinan-pilinan dikedua putingnya, kedua puting susu Dewi semakin mengeras dan mencuat kedepan.

“Hhhmmmm…aaaaaggghh…ssshhh…ooohhh…,”erang Yono menikmati persetubuhan ini.
Dewi semakin menggila memaju mundurkan pantatnya, dengan tiba-tiba ia menghentakkan pantatnya kebelakang, seolah-olah ia ingin kontonya Yono semakin dalam menerobos kedalam lubang vaginanya.

“Ooouuggghhh…Yon, aakuu…keeeluuaaarrr….sssshhhh…aaaaaggghhh…ooohhh,” Dewi mengerang merasakan letupan birahinya yang menerobos keluar dari lubang vaginanya.

Sssrrrr…sssr….ssrrrr…..cairan kenikmatan Dewi menyemprot membasahi batang kemaluan Yono.

“Akkkuu..jugaa….mau keluuaar..Bu…ooouugghhh…,”Yono pun mengerang, kontolnya menyemprotkan lahar kenikmatannya kedalam lubang vagina Dewi.

Crrreeettt.,…creeetttt…creettt…..sperma Yono membasahi lubang vagina Dewi, Dewi merasakan hangat didinding lubang vaginanya saat sperma Yono menyemprot, dan ia juga merasakan batang kemaluan Yono berkedut-kedut, sementara itu Yono merasakan kontolnya seperti diremas-remas oleh dinding vagina Dewi.

Dewipun ambruk, tubuhnya tertelungkup diatas tubuh Yono, ia merasakan batang kemaluan Yono masih berdenyut-denyut, Yono yang terbaring pasrah dengan tubuh Dewi yang tertelungkup diatasnya masih merasakan detik-detik kenikmatannya, Yono merasakan kontolnya masih berdenyut-denyut meneteskan tetes-tetes spermanya dan ia juga masih dapat merasakan denyutan dinding vagina Dewi.

Perlahan-lahan batang kemaluan Yono mulai menciut dan terlepas dari jepitan vagina Dewi, sementara nafas mereka berdua masih tersengal-sengal, Dewi merasakan saat kontolnya Yono mulai terlepas dari jepitan vaginanya itu dan ia juga merasakan sperma Yono mulai mengalir keluar dari lubang vaginanya.

Tak lama kemudian Dewi beranjak bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh, setelah Dewi selesai membersihkan tubuhnya, Yonopun beranjak untuk membersihkan kontolnya, Yono melihat kontolnya berkilat akibat basah oleh cairan kenikmatan Dewi, saat keluar dari kamar mandi Yono melihat Dewi sudah mengenakan roknya kembali, dengan segera ia juga mengenakan pakaiannya.

“Ingat, Yon, kamu jangan membocorkan rahasia ini,” kata Dewi.

“Baik, Bu,” jawab Yono sambil mengenakan pakaiannya.

Setelah selesai mereka berdua kembali kemobil dan meluncur pulang, jam menunjukkan pukul 12 malam, saat mereka tiba dirumah, Dewipun masuk kedalam rumah sambil kembali mengingatkan Yono untuk bias menjaga rahasia, Yonopun mengiyakan, selesai memarkir mobil digarasi, Yonopun beranjak pulang dengan senyum bahagia tersungging dimulutnya, dalam perjalanan pulang ia membayangkan kejadian yang baru saja dia alami. Hatinya bergumam hari ini adalah hari keberuntunganku, hari ini aku dapat menikmati tubuh nyonyaku yang sexy dan indah tersebut secara nyata tanpa perlu membayangkan. Mudah-mudahan nyonyanya masih mau meminta ia untuk menyetubuhinya, sehingga ia dapat merasakan kembali keindahan tubuh nyonyanya terutama memek nyonyanya yang enak luarbiasa.

Tamat.

Nantikan kisah Dewi selanjutnya